Senin, 15 April 2013

Pemanfaatan Cyber Dengan PR







MAKALAH CYBER COMMUNICATION
“PEMANFAATAN CYBER COMMUNICATION DENGAN PUBLIC RELATIONS”





Disusun Oleh :

1.     Fahrul Rochman                       (1171504010)
2.     Lulu Maulidia Ghaisani            (1171504416)
3.     Uswatun Khasanah                 (1171502691)
4.     Willy Ferdian                              (1171502394)


BAB I

A.    PENDAHULUAN

Dengan bangkitnya pamor PR di Indonesia, terlebih dengan kekuatannya bertambah jika dipadukan dengan kekuatan PR di media online.Internet dan komunikasi teknologi merupakan media yg bisa membuat seluruh dunia tersambung, sehingga bisa mendatangkan dampak sekaligus manfaat.
Hal ini terbukti dari cukup banyaknya perusahaan yg memiliki informasi yang ditaruh pada situs web nya, media internet semua tidak dirancang sebagai kepentingan komersial namun sebagai alat komunikasi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan informasi.
Oleh karena itu kunci keberhasilan dari bisnis online maupun offline adalah perlunya memiliki perspektif cyber Public Relations yg akan membangun reputasi dengan mengkomunikasikan informasi dengan mendengarkan permintaan pelanggan lewat media internet.
Selain itu melalui penggunaan internet PR dapat memiliki peranan yg lebih besar dibandingkan yang lain, oleh karena itu setiap aspek aktifitas online suatu lembaga sebenarnya memiliki kekuatan untuk mempengauhi hubungannya dengan public, dan semuanya harus berjalan dengan maksimal.

B.    Latar Belakang

Era global yang sekarang ini sudah semakin berkembang, tidak hanya teknologi saja yang semakin hari semakin canggih, tetapi beberapa perusahaan/organisasipun tidak luput dari perkembangan zaman ini. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi segala hal, termasuk perkembangan perusahaan/organisasi, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Seperti, dengan teknologi on-line yang melalui internet, tanpa harus bertemu dengan jarak beribu-ribu mil pun kita dapat berkomunikasi. Untuk itu, banyak perusahaan/organisasi yang sudah menggunakan teknologi tersebut seperti membuat e-mail, website bahkan yang terbaru saat ini adalah metode yang menggunakan internet sebagai fungsi untuk mempermudah kegiatan yaitu di dunia Public Relation atau sering disebut PR menggunakan e-PR atau “e” disini di artikan electronic.Dalam paper ini, yang akan dibahas secara khusus adalah e-PR. Sekilas yang kita tahu e-PR adalah sebuah perusahaan/organisasi kemasyarakatan atau yang berhubungan dengan publik yang cara kerjanya menggunakan media elektronik atau on-line atau cyber. Namun banyak yang belum mengerti dengan benar apa yang dimaksud dan apa fungsi dari itu semua. Untuk itu dibagian pembahasan akan dijelaskan apa itu e-PR dan apa fungsinya.Selain e-PR, ada pula istilah mengenai PR konvensional, apa itu PR konvensional, mungkin orang hanya mengira bahwa PR konvensional adalah metode yang lebih baru dari e-PR tadi, menganggap PR konvensional cara kerjanya lebih dari praktis, dan mungkin juga menganggap bahwa PR konvensional lebih unggul dibanding e-PR. Baik e-PR maupun PR konvensional, keduanya mempunyai kekurangan serta kelebihan masing-masing, dan yang lebih selalu bisa menutupi kekurang tersebut. Artinya bahwa keduanya bisa saling melengkapi. Baiklah, agar kita tidak terlalu banyak menimbulkan rasa penasaran, berikut ini akan dijelaskan satu persatu dan keterkaitan keduanya, serta mencari kekurangan dan kelebihannya.


C.    SEJARAH

Sejarah Pubic Relations
Kita sering mendengar bahwa PR merupakan satu bidang baru yang muncul beberapa tahun yang lalu, sejak berakhirnya perang dunia kedua pada permulaan abad ke-20.Makna PR itu terkesan relative, karena itu banyak orang yang mencoba menafsirkannya sendiri sehingga sering menimbulkan salah pengertian.
Upaya untuk membuat segala sesuatu untuk lebih menyenangkan itu sendiri tidak selamanya dapat dilaksanakan, sebagai contoh, rasanya sulit bagi seorang pekerja dan pemilik perusahaan untuk menemukan suatu aspek yang menyenangkan dari terjadinya pemogokan masal di perusahaan PT. KAI .pemogokan itu di tinjau dari beberapa segi dan merupakan sebuah musibah yang tidak menyenangkan bagi berbagai pihak yang berkepentingan.
Kita sebagai PR dituntut untuk menjelaskan sebab musabab terjadinya musibah yang tidak menyenangkan itu dengan hati yang dingin kepada orang lain. Dengan demikian PR adalah bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial baik sekotar public maupun sector private.

Sejarah Cyber Communication
Jika mendengar kata “Komunikasi” atau “Teknologi” rasanya itu adalah kedua hal yang tidak akan ada habisnya untuk diperbincangkan. Tapi cukup penting untuk kita mengetahui sejarah mengenai kedua hal yang sangat melekat pada diri kita dan sangat mempengaruhi kehidupan sehari – hari kita.
Dilihat dari permulaan munculnya teknologi informasi dan komunikasi, mungkin kita dapat kembali melihat di pertengahan abad ke 18, dimana Antonio Santi Giuseppe Meucci melakukan beberapa percobaan dan penelitian untuk menciptakan satu alat komunikasi untuk bertukar pesan dan informasi antara dua orang melalui alat yang kita sebut ‘telepon’, yang akhirnya baru dapat dipatenkan pada tahun 1871. Tapi pada umumnya kita lebih mengenal Alexander Graham Bell sebagai penemu alat komunikasi tersebut, karena pada tahun 1875 perusahaan telekomunikasi The Bell mendapatkan hak paten atas hasil penemuan Meucci yang disebut Transmitters and Receivers for Electric Telegraphs. Penemuan ini terus berkembang sampai ke daratan Amerika, dimana dibuatnya jaringan komunikasi melalui kabel, bahkan sampai ke trans-atlantik.
Sejak tahun 1910, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM.Lalu di tahun 1940an, alat – alat komunikasi tersebut berkembang melalui siaran audio visual tanpa kabel, melalui alat yang biasa disebut dengan ‘televisi’.Konrad Zuse seorang insinyur yang berasal dari Jerman berhasil membuat sebuah komputer Z3 pada tahun 1941 untuk kebutuhan pesawat terbang. Awal tahun 1960-an, mulai bermunculan komputer yang sukses dibidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan, Dan seorang insinyur di Texas Instrument mengembangkan sirkuit terintegrasi, dimana memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer atau yang biasa lebih dikenal dengan singkatan PC.
Pada tahun 1969 terbentuk sebuah jaringan komputer yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).Komunikasi jarak jauh dapat dilakukan melalui saluran telepon dengan media yang bukan telpon itu sendiri melainkan Personal Computer. ARPANET kemudian merancang sebuah jaringan dengan kehandalan teknologi informasi yang dapat memindahkan data dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, dan ditetapkan sebagai sebuah standar pembangunan protokol baru yang saat ini dikenal TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) dan disinilah awal dari segala sejarah internet yang dikenal luas sampai saat ini. Khususnya di Indonesia, Internet baru masuk pada awal tahun 1990-an.


Muhammad Ihsan selaku staff di LAPAN Ranca Bungur mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm dan 2m dimana Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada diBPPT di tahun 1993-1998. Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan lainnya.
Di tahun – tahun tersebut, banyak orang yang hanya bisa melakukan mailing list dan e-mail untuk berkomunikasi dan belum ada jejaring sosial yang banyak beredar seperti saat sekarang ini. Namun lama kelamaan, Internet di Indonesia sendiri pun makin berkembang seiring berkembangnya teknologi di dunia. Jika dibandingkan dengan negara – negara berkembang lainnya apalagi dengan negara – negara maju, jaringan Internet di Indonesia masih cukup tertinggal, karena masih kurang luasnya daerah – daerah yang mendapatkan signal untuk internet, pembayaran untuk internet pun masih cukup tinggi.
Sedangkan jika kita liat negara-negara lainnya, jaringan internet mereka sudah lebih mudah dijumpai, dan biaya yang dikenakan masih terjangkau, bahkan ada beberapa negara maju yang tidak meminta pembayaran untuk jaringan internet itu.Kecepatan saat kita gunakan juga jauh lebih cepat. Tapi Indonesia sedang dalam proses perkembangannya. Sebentar lagi target untuk memiliki jaringan seperti itu juga akan dicapai oleh Indonesia. Teknologi Cyber Kehadiran telepon seluler alias handphone dalam kehidupan kita merupakan suatu lompatan besar dalam sejarah komunikasi manusia.Teknologi seluler adalah teknologi komunikasi yang paling modern dan paling menjanjikan baik dari segi kualitas, efisiensi dan ekonomi.



D.     Perkembangan
Perkembangan zaman menyebabkan teknologi komunikasi terus berkembang pesat.Banyak media yang telah digunakan untuk mendukung penyampaian pesan. Dari mulai media yang sangat tradisional, banyak yang menggunakan kentongan, bedug, angklung, wayang, api unggun ataupun calung, tetapi sekarang, di perkotaan sudah hampir tidak terlihat penggunaannya. Sedangkan yang tradisional adalah surat kabar, radio, dan televisi. Media ini masih banyak digunakan dan efektif untuk menjangkau dari berbagai kalangan.
Media yang terakhir, yang sedang naik daun dan marak digunakan adalah media kontemporer yang ditujukan untuk masyarakat yang mempunyai mobilitas tinggi.Media kontemporer terbagi dalam tiga bagian. Yang pertama adalah media massa online, yaitu newspaper online, magazine online, digital radio, dan digital television. Newspaper online dan magazine online adalah koran dan majalah dalam bentuk soft copy, sehingga bisa dibaca dengan praktis dan dimana saja hanya dengan sambungan internet. Sedangkan digital radio dan digital television yang juga ditujukan untuk target yang sama digunakan untuk menonton televisi dan mendengarkan radio secara streaming menggunakan komputer atau laptop melalui sambungan jaringan internet. Yang kedua adalah media non-massa online, yang terdiri dari chatting, teleconference, dan videoconference. Media ini dapat digunakan oleh dua orang atau lebih yang dilakukan melaui telepon atau jaringan internet dan memungkinkan penggunanya dapat saling melihat (videoconference) dan mendengar apa yang sedang dibicarakan.
Media kontemporer yang terakhir adalah social media online. Banyak riset menunjukkan bahwa dengan menggunakan media sosial bisa membantu PR membangun hubungan yang lebih kuat dengan khalayak karena sekarang banyak orang menggunakan sosial media seperti facebook dan twitter dengan frekuensi yang cukup sering. Dalam sosial media, PR bisa lebih mudah menyampaikan informasi tentang event yang dilakukan perusahaan, berkomunikasi secara langsung dengan khalayak, dan mengetahui tanggapan khalayak mengenai perusahaan tersebut.Sudah banyak hasil-hasil nyata yang didapatkan dari penggunaan sosial media untuk PR.
Media kontemporer yang bersifat online lebih populer dengan sebutan cyber PR, yaitu .pelaksanaan kegiatan PR dengan menggunakan fasilitas jaringan internet.Internet dimanfaatkan karena dapat menjangkau masyarakat luas dan di seluruh dunia, sehingga dengan adanya teknologi internet, dunia menjadi lebih sempit dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk memudahkan PR bekerja.Cyber PR yang banyak digunakan adalah e-mail, mailing list. Dengan menggunakan ketiganya, seorang Public Relations Officer diharapkan bisa menjaga hubungan yang baik dengan publik eksternal perusahaan. Selain untuk menjaga hubungan baik, e-mail bisa digunakan untuk mencari informasi, dan sarana publikasi. Sedangkan mailing list, digunakan untuk publikasi sesuai dengan target perusahaan dengan cara memasukan sebuah artikel berisi press release menenai perusahaan. Dengan begitu, para anggota milis akan mendapatkan seluruh informasi dengan mudah.
Kehadiran teknologi komputer dan teknologi komunikasi khususnya selalu mengiringi perkembangan sejarah PR. Hingga muncul teknologi Web 2.0, dengan segala kelebihannya, menjadikan tugas dan fungsi humas menjadi lebih efektif dan meluas. terutama sekali ditunjang oleh berbagai perangkat seperti email, kartu nama elektonik, autoresponder, dan juga direct mail dan masih banyak lagi seperti blog, media sosial, dll.
Sejumlah perangkat tersebut diatas merupakan sarana yang efektif untuk membangun dan meruntuhkan reputasi. Email sebagai alat komunikasi untuk membangun komunitas online, menjual produk, dan menyediakan pelayanan konsumen yang baik. Melalui media sosial, humas bisa langsung mendapatkan respon atau umpan balik dari komunikasi yang dilakukan atau disampaikan kepada publiknya, sehingga terjalin komunikasi dua arah yang lebih signifikan.
Dengan teknologi yang canggih seperti ini, PR diharapkan dapat membuat image perusaan menjadi lebih kuat.PR tidak hanya berperan untuk publik eksternal saja, tetapi juga untuk membangun komunikasi antara manajemen dengan karyawan perusahaan.


BAB II

Bidang Pemanfaatan

PR melalui media internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dibandingkan dengan PR di dunia fisik. Jika PR offline, anda akan bergantung seorang perantara yang disebut reporter atau wartawan atau editor dalam menyampaikan pesan-pesan corporate untuk ditayangkan di media cetak demi membangun citra perusahaan. Dalam hal ini mau tidak mau kami dihadapkan oleh 2 kemunkinan yang sering terjadi, yaitu:
·       Kami harus mengirim bahan press relase atau sejenisnya kepada wartawan, dengan harapan mereka berminat pada tulisan kita.
·       Terkadang kita terpaksa mengeluarkan uang untuk itu

Dengan E-PR Kita dapat melewati batas penghalang ini dan langsung menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada target publik serta memanfaatkan potensi-potensi besar lainnya, seperti:
·       Komunikasi konstan
Internet bagaikan satpam atau sekertaris yang tidak pernah tidur selama 24/7 (24 jam x 7hari) dengan potensi target publik seluruh dunia.
·       Respons yang cepat
Internet memungkinkan anda merespons secara cepat dan serta-merta semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dan pelanggan maupun yang terlibat didalamnya.


·       Pasar global
Internet telah menutup jurang pemisah geografis (kecuali psikologis) setelah Anda terhubung ke dunia online. Anda dapat langsung dapat berkomunikasi secara bebas
·       Interaktif
Sangat interaktif internet membuat kita dapat memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung situs web kita. Dengan demkian, kami bisa tahu keinginan mereka
·       Komunikasi 2 arah
Komunikasi antara organisasi kami dan publik merupakan tujuan utama aktivitas E-PR karena dapat membantu hubungan yang kuat dan saling bermanfaat yang tidak dapat dilakukan langsung oleh media offline.
·       Hemat
PR dalam dunias fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respons pasar. Pengeluaranpun lebih hemat dibanding mengeluarkan informasi lewat media seperti televisi. Murahnya biaya internet akan membuat biaya E-PR semakin terjangkau


BAB III

A.    Kesimpulan

Fungsi Public Relations dasarnya adalah sebagai penghubung komunikasi antara publik dengan perusahaan/organisasi, serta membangun relasi kepada khalayaknya dengan tujuan terbangunnya citra yang baik terhadap suatu perusahaan/organisasi dengan menggunakan segala media yang dianggap sesuai dengan khalayaknya dalam menyampaikan informasi atau pesan yang akan dituju. Dalam hal ini e-pr adalah satu terobosan dari dunia teknologi yang membuat media baru dalam penyebaran dan melakukan informasi secara efektif dan efisien menggunakan internet.PR harus dapat melihat karakteristik perusahaan dan karakteristik khalayak, juga pesan dan hasil yang ingin dicapai, setelah itu barulah dapat memilih yang mana yang lebih cocok dalam pelaksanaan program–program tersebut.Public Relations Konvensional atau Cyber Public Relations (e-PR).kegiatan yang dilakukan oleh E-PR dan PR Konvensional adalah sama yaitu sama-sama mengkomunikasikan dan menyebarluaskan informasi dari suatu perusahaan kepada public, hanya saja yang membedakannya adalah sarana yang dipakai oleh E-PR dan PR konvensional.

B.    Saran

Dengan ini Peran PR bukan saja secara fungsional berada di bawah PR Manager, melainkan pada setiap fungsi front liners dan senior execitive sehingga dapat menghasilkan Corporate PR yang efektif. Cyber PR merupakan media yang sangat membantu penyebarluasan PR dalam era globalisasi. Cyber PR juga harus butuh usaha dan kerja keras yang khusus. Karena publik di kita semakin luas dan tidak terbatas.


BAB IV

Daftar Pustaka
  -  Cyber Public Relations, Bob Julius Onggo, Penerbit PT. Elex Media Komputindo
  -  www.google.co.id (search E-PR dan PR)
     -Ruslan, Rosady.2005. Manajemen Public Relations, PT. Raja  GrafindoPersada, Jakarta.
  -Public Relations Profesi Dan Praktik, Salemba Humanika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar